keisuke honda

Bocah kecil yang bercucuran rasa peluh dari tubuh kurusnya ketika ia masuk dalam kamarnya. Sesekali diusapkan ke wajahnya handuk lusuh yang dikalungkan di leher untuk mengeringkan keringat sehabis bermain sepak bola. Matanya selalu tertuju pada secarik kertas di atas meja.

Di atas kertas tersebut, tulisannya yang berjudul “Impian Saya untuk Masa Depan.” Sesekali ia melirik ke arah bola di sudut ruangan. Matanya menerawang. Lalu Ia menghela napas panjang kemudian lanjut menuliskan mimpi besarnya.

Menjadi pemain terbaik di dunia, aku ingin kaya raya, aku ingin digaji sebesar 4 miliar yen per tahun dan membantu kedua orangtuaku.

Aku ingin bermain reguler dan bermain untuk klub Serie-A serta mengenakan seragam bernomor punggung 10. Aku ingin terkenal di Piala Dunia. Aku juga ingin mendapat perhatian dunia dengan tampil di turnamen Piala Dunia.

Aku ingin menjadi figur utama Jepang. Saat sudah berjaya di Italia, aku akan kembali ke Jepang sehingga Federasi Sepak Bola Jepang mau memberikanku nomor punggung 10. Impianku bermain bersama Hiroyuki Honda saudaraku di klub terkuat, mencetak gol dan saling memberikan umpan dalam pertandingan.

— Keisuke Honda —

Keisuke Honda menuliskan kertas impiannya ini pada Maret 1999, ketika berusia 13 tahun. Sejumlah mimpinya telah menjadi kenyataan, kini Ia menjadi figur pesepak bola utama di Jepang, mengenakan nomor punggung 10, bermain di ajang Piala Dunia, dan berkarier di Italia. Setidaknya 4 mimpi besar Keisuke Honda tersebut sudah menjadi kenyataan.

Baca Juga : Gulung China 11-0, Timnas U-16 Indonesia Mengibarkan Bendera Kejayaan

Kini, setelah 18 tahun berselang. Usianya yang sudah kepala tiga, Keisuke Honda berada di pungujung karier. Ia mengonfirmasi pada Senin (22/5/2017) lalu, bahwa Ia akan berpisah dengan AC Milan. Tercatat Keisuke Honda dari 91 laga telah mempersembahkan 11 gol dan 14 assist selama bermain di San Siro, serta mempersembahkan trofi Piala Super Italia kepada AC Milan.

Spirit yang juga berlaku dalam setiap lini kehidupan masyarakat Jepang, yakni “Kemenangan bukanlah segala-galanya. Jauh lebih penting proses dan perjuangan meraihnya.”

Keisuke Honda adalah sosok dari salah satu pesepak bola Jepang yang sukses berkarier di Eropa. Ada juga selain Honda, yakni Shinji Okazaki yang sekarang berkarier di Premier League bersama Leicester City, atau pun sang legenda Hidetoshi Nakata.

Prestasi mereka di level klub dapat dikatakan luar biasa. Akan tetapi, selebihnya tinggal bagaimana peran besar mereka dalam membawa Jepang unjuk gigi di level dunia.

Dua kata yang menjadi kunci utama keberhasilan Jepang, Proses dan perjuangan. Bukan hanya dalam dunia sepak bola atau olahraga saja, tapi dalam seluruh lini kehidupan masyarakat Jepang.

Kerja keras merupakan hal fundamental bagi masyarakat Jepang. Bisa kita lihat, sejumlah keberhasilan luar biasa mereka saat ini adalah hasil dari upaya bangkit peluh keringat usai kehancuran luar biasa Perang Dunia II.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Sbobet88 Poker | Situs Bandar Sbobet88 Poker Uang Asli Terpercaya | All right reserve

Log in with your credentials

Forgot your details?