presiden uefa

Diutarakan oleh Aleksander Ceferin selaku Presiden UEFA, berniat untuk menerapkan pembatasan gaji khususnya di kompetisi Eropa. Sebab dianggap bahwa hal ini dapat mengurangi kesenjangan diantara klub kaya dan miskin.

kepada Mladina, Ceferin mengatakan, “Saat ini, tampak kesenjangan yang besar antar kesebelasan meningkat dengan tidak sehat.”

“Kami harus bersiap mengurangi persaingan yang tidak seimbang, mengingat pengaruhnya pada ajang domestik masing-masing, serta pada kompetisi antarklub Eropa.”

Ia melanjutkan, “Pada masa depan, kami mempertimbangkan untuk melakukan pembatasan gaji pemain setiap klub. Dengan adanya pembatasan gaji tersebut, diharap setiap klub akan lebih berpikir tentang kepantasan si pemain. Jika berhasil, kami akan membuat sejarah.”

Pernyataan Ceferin itu sekaligus mengindikasikan bahwa UEFA tidak puas dengan peraturan Financial Fair Play (FFP). Sebab pernah terbukti beberapa kesebelasan seperti Paris Saint-Germain dan Manchester City mengakali FFP.

Kesebelasan asal Inggris kerap menawarkan gaji besar, sehingga membuat pemain-pemain terbaik dari sejumlah negara menuju ke sana. Serta karena nilai hak siar Premier League memang lebih besar dari liga-liga lain.

Baca Juga : Chelsea Akan Jalani Agenda Pramusim 2017

Klub-klub di La Liga terhalang oleh pajak besar di Spanyol sehingga kerap kalah bersaing dengan tim dari Inggris. Sementara itu, klub-klub Serie A tidak memiliki hak siar sebaik Premier League.

Kepada majalah Slovenia, Mladina, Ceferin menyebut ancaman dunia sepak bola di masa mendatang sudah terlihat dari semakin melebarnya jurang antara si kaya dan si miskin. Maka dari itu pria Slovenia ini berencana untuk membuat suatu perubahan yang bersejarah.

Ceferin menegaskan bahwa UEFA harus siap mengatasi ketidak kompetitifnya persaingan antarklub di Eropa, yang berada di kancah kontinental atupun domestik.

Lebih dari itu, dia juga sempat mengkritisi sejumlah klub besar yang doyan menumpuk pemain, lantaran mereka takut pemainnya itu beralih ke rivalnya. Ceferin menyampaikan apabila pembatasan gaji ini bakal membuat klub-klub tersebut berpikir ulang.

Namun, hal yang ditakutkan oleh Ceferin jika nantinya UEFA akan menghadapi tentangan hebat, terutama dibuat oleh klub-klub kaya itu tadi.

Ia mengatakan, “Karena mereka yang punya banyak uang adalah yang terkuat, ditambah mereka juga punya banyak koneksi di media.”

Akan tetapi, tentunya pembatasan gaji itu juga memiliki efek samping. Rencana ini bakal menyimpan potensi masalah tersendiri, khususnya dari segi kualitas sepak bola yang disajikan itu sendiri.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Sbobet88 Poker | Situs Bandar Sbobet88 Poker Uang Asli Terpercaya | All right reserve

Log in with your credentials

Forgot your details?