Chat with us, powered by LiveChat
Edy Rahmayadi

Pentas kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2017/2018 tengah memasuki seperempat jalannya atau sudah berjalan lebih dari dua bulan. Atmosfer pertandingan sepak bola Indonesia sudah semakin memanas, juga diiringi dengan kericuhan suporter di banyak tempat.

Dinilai oleh Edy Rahmayadi selaku Ketua Umum PSSI, bahwa hal tersebut merupakan bentuk ketidakpuasan dari rakyat terhadap sepak bola Indonesia yang sekarang ini.

Usai melampaui seperempat perjalanan di Liga 1 dan Liga 2 2017, salah satu persoalan yang cukup santer terdengar adalah permasalahan suporter.

Diantaranya yang sangat menonjol antara lain yaitu oknum suporter Persija yang menyebabkan kericuhan, dimana mereka berusaha masuk ke dalam stadion ketika pertandingan melawan Perseru Serui tanpa memiliki tiket.

Disamping itu ada juga kasus oknum suporter Persib Bandung yang membuat ricuh Stadion Patriot pada saat kalah dari Bhayangkara FC, sampai soal kericuhan yang terjadi akibat oknum suporter Persegres Gresik United.

Hal yang sangat miris sekali, disaat Negara tetangga berlomba-lomba meningkatkan rangkingnya, sepak bola Indonesia masih saja begitu banyak terjadi kericuhan saat pertandingan. Padahal Indonesia sendiri baru saja kembali bangkit dari hukuman FIFA.

Baca Juga : Oscar Dijatuhi Hukuman Berat oleh CFA Akibat Picu Keributan Antar pemain

Namun, Edy Rahmayadi selaku Ketua Umum PSSI itu malah menilai hal seperti ini adalah wajar. Dimana Ia mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena rasa tidak puas dari masyarakat terhadap perkembangan sepak bola Tanah Air, sehingga menjadi penyebab timbulnya kericuhan.

Lebih lanjut Ketua Umum PSSI itu berharap agar masyarakat Indonesia dapat melihat sepak bola sebagai sebuah hiburan bukan ajang kerusuhan. Edy Rahmayadi pun optimistis ke depannya, seiring evaluasi yang dilakukan dalam sepak bola Indonesia, para suporter bisa lebih ditertibkan lagi.

Edy Rahmayadi menyampaikan, “Kericuhan-kericuhan seperti ini merupakan bentuk dari ketidakpuasan masyarakat pecinta sepak bola. Hal tersebut wajar saja, lantaran masih banyak yang perlu diperbaiki dan kita baru saja mulai membangun kembali.”

Panglima Kostrad TNI AD itu juga menambahkan, “Nanti kita akan berusaha untuk membina semua aspek, mulai dari pemain hingga penonton. Apabila nantinya masyarakat sudah bisa melihat sepak bola kita sebagai sebuah hiburan, saat itu saya sangat yakin bahwa mereka akan sangat senang menyaksikan sepak bola dengan lebih tertib.”

Tercatat hingga jeda Idul Fitri 2017, dari total keseluruhan 60 pelanggaran yang terjadi pada ajang Liga 1 ataupun Liga 2 2017, diantaranya 30 sanksi merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum supporter, terkait sikap dan perilaku pelanggaran tersebut sehingga dijatuhkan kepada panitia pelaksana pertandingan atau pun kepada klub.

0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

CONTACT US

Sending

©2011 Sbobet88 Poker | Situs Bandar Sbobet88 Poker Uang Asli Terpercaya | All right reserved

Log in with your credentials

Forgot your details?