Jeonbuk Hyundai Motors

Ditemukan jasad tergantung di salah satu sudut stadion milik Jeonbuk Hyundai Motors, diduga adalah korban bunuh diri seorang mantan pencari bakat sepakbola Jeonbuk Hyundai Motors.

Ia ditemukan tak bernyawa setelah aksi bunuh dirinya di sudut Jeonju World Cup Stadium. Sebelumnya Ia disebut-sebut sebagai pelaku match fixing di Korea Selatan.

Pihak kepolisian Korea Selatan mengatakan bahwa jasad tersebut ditemukan sudah tergantung di salah satu sudut stadion, Ia merupakan seorang mantan pencari bakat yang dulu bekerja untuk klub Jeonbuk Hyundai Motors.

Ia kehilangan jabatan di Jeonbuk Hyundai Motors lantaran telah terbukti bersalah dalam kasus pengaturan skor (match ffixing) serta suap wasit. Korban juga dinyatakan sebagai pelaku dalam kasus yang terjadi pada 2013 lalu, yang membuatnya harus menerima hukuman 8 tahun penjara.

Sang klub Jeonbuk Hyundai Motors sendiri pun tak luput dari hukuman. Sanksi berupa pengurangan 9 poin di kompetisi tahun lalu pun harus diterima oleh klub yang sudah mengoleksi 4 gelar juara K-League Classic tersebut.

Akibat buntut dari aksi mantan pencari bakat mereka itu pun, Jeonbuk Hyundai Motors juga dikenakan denda sebesar $88,400.

Bahkan AFC (Asosiasi Sepakbola Asia) juga turut menjatuhinya hukuman tambahan, berupa pendepakan dari pagelaran Liga Champions Asia tahun ini, walaupun mereka adalah penyandang status juara bertahan.

Kini Jeonbuk Motors dipastikan tak bisa mempertahankan gelar juaranya sebagai pemegang takhta Liga Champions Asia. Karena mereka telah dicoret dari kompetisi musim depan.

Akibat salah satu pemandu bakat klub Korea Selatan itu didapati telah menyuap sang wasit ketika tahun 2013 hingga 2014 lalu, akhirnya Federasi Sepakbola Asia memutuskan untuk mencoret Jeonbuk Motor sebagai peserta Liga Champions Asia musim depan.

Usai dilakukan investigasi, Jeonbuk pun dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman berupa denda sebesar 100 juta won (senilai Rp 1,1 miliar) oleh Federasi Sepakbola Korea Selatan, serta pemotongan 9 poin di liga musim lalu.

Sudah jatuh, tertimpa tangga, kondisi Jeonbuk saat ini benar-benar menerima buah perbuatannya. Bahkan Jeonbuk pun sempat ingin mengajukan banding dalam waktu dekat ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Usai mengalahkan Al-Ain di final musim lalu dengan agregat 3-2, Jeonbuk dinobatkan menjadi juara.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Sbobet88 Poker | Situs Bandar Sbobet88 Poker Uang Asli Terpercaya | All right reserve

Log in with your credentials

Forgot your details?